F Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa - file guru kita

Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa

Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa 

File Guru Kita: Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa Setelah ujian biasanya kita di sibukan dengaPemeriksaan Ujian Siswa Cara Komputer Mengoreksi Lembar Jawaban Komputer (LJK); Pada jaman dahulu saat di negara kita belum ada komputer bisa dipastikan semua hal dilakukan secara manual yang notabene amat sangat menyiksa dan menguras tenaga lain halnya dengan kondisi saat ini yang semua serba otomatis dan dijalankan oleh sebuah program dari komputer termasuk salah satunya adalah Lembar Jawaban Soal Ujian Siswa, Dulu sebelum ada komputer para guru bermandikan keringat demi mengoreksi jawaban para siswa yang memakan waktu, tenaga dan pikiran karena menyangkut masalah nilai seorang siswa didik dan bahkan bisa dikatakan menyangkut masalah nasib seseorang di kemudian hari.
Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa
Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa 

File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa 

Seseuatu yang dilakukan secara manual oleh tenaga manusia tentunya tidak luput dari kesalahan, hal ini sudah lumrah terjadi karena yang namanya manusia tidak luput dari kesalahan, jangankan manusia komputer atau mesin saja juga tidak luput dari kesalahan. Itulah yang menjadi sebab manusia terus-menerus mengembangkan metode dan teknologi untuk menghindari dan meminimalisir kesalahan yang sering dilakukan manusia.


Seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat dibidang pendidikan alat bantu berbasis komputer untuk menyelenggarakan dan mengoreksi hasil ujian akhirnya bisa diciptakan. Alat bantu yang berhasil diciptakan dan diperkenalkan adalah OMR dan LJK. OMR (Optical Mark Reader) atau mesin pembaca tanda berbasis optik. Saat ujian jawaban dari soal ditulis pada LJK dengan cara menghitamkan bulatan huruf pada pilihan jawaban A, B, C, D, atau E pada masing-masing nomor menggunakan pensil 2B. Selanjutnya lembar jawaban itu dibaca menggunakan OMR yang telah memiliki setting jawaban benar untuk setiap soal ujian. Bisa dikatakan OMR secara manual kurang lebih seperti lembar koreksi jawaban yang sudah di lobangi berdasarkan jawaban yang benar.

LEMBAR Jawab Komputer ada beberapa jenis. Ada yang berupa lembaran (form) pilihan ganda yang bentuknya bulat atau oval untuk setiap pilihan jawaban, jawaban berupa tanda cek (V), dan juga tanda silang (X). Pada form LJK tersebut sudah tercetak (preprinted) beberapa penanda standar, yaitu Skunk Marks dan Timing Mark. OMR akan membaca tanda-tanda tadi untuk membantu dalam pembacaan form LJK.

Data hasil pemindaian (scan) tiap lembar LJK akan diproses perangkat lunak dalam komputer, selanjutnya data bisa disimpan dalam file, basis data atau langsung diproses untuk sekadar ditampilkan di layar. Semua itu bergantung pada spesifikasi masing-masing perangkat lunak yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Semua siswa yang mengikuti ujian dengan LJK pasti tak lupa berkali-kali diingatkan untuk menggunakan pensil 2B untuk menghitamkan bulatan jawaban, pensil harus dengan sempurna mengisi bulatan, kemudian kertas jangan sampai kotor atau terlipat.

Apakah benar harus menggunakan pensil 2B? uji coba dilakukan dengan menggunakan pensil jenis 2B dan tinta ballpoint untuk membuktikan kebenarannya. Hasilnya isian dengan pensil 2B dapat terbaca. Sedangkan isian dengan tinta ballpoint tidak terbaca tapi tidak menyebabkan error. Sebenarnya penggunaan pensil sangat disarankan supaya peserta ujian mudah untuk mengganti jawaban, karena pensil mudah dihapus. Sementara ajuran penggunaan pensil 2B karena kualitas penghitaman nya lebih tajam dibanding jenis lainnya.

Mengenai pengisian jawaban yang harus sempurna mengisi bulatan dan tidak boleh lebih dari bulatan, itu tidak sepenuhnya benar. Selama pensil tidak melebar ke area jawaban yang lain, jawaban akan tetap terbaca. Jika sampai melebar ke area jawaban yang lain, akan ada dua jawaban yang terbaca. OMR akan mengembalikan karakter * (asterik) sebagai hasilnya, yang berarti data tidak benar.

Syarat lain yang biasanya di instruksikan kepada peserta ujian adalah form jawaban tidak boleh terlipat. Sebenarnya, ketakutan akan terlipat nya kertas tidak perlu dibesar-besarkan. Terlipat sedikit di ujung-ujung kertas bukanlah suatu masalah asal jangan sampai kotor dan berwarna gelap di area utama form yang akan di-scan, karena dikhawatirkan OMR akan menganggapnya sebagai jawaban. Tetapi jika kertas terlipat cukup parah dikhawatirkan akan tersangkut dan menyebabkan kemacetan pada perangkat OMR.

PEMROSESAN LJK dimulai dengan meletakkan setumpuk LJK pada input hopper dan tentunya OMR dinyalakan terlebih dahulu dengan menekan tombol power. Berikutnya sheet guide dirapatkan yang sesuai dengan ukuran lebar LJK, layaknya sheet guide pada alat cetak (printer) biasa. Jika LJK tidak diatur menggunakan sheet guide dan posisinya tidak tepat, bisa jadi OMR mengalami kemacetan saat bekerja. Status proses akan dimunculkan pada panel operator seperti layar telefon genggam. Untuk memulai proses pemindaian (scan), push button switches di sebelah kiri harus ditekan terlebih dahulu hingga muncul prompt ready.

Proses scan terjadi pada transport bed, kemudian LJK akan keluar dan tertumpuk pada output stacker. Sementara pada panel operator akan menampilkan status scan.

Peletakan LJK pun harus benar, tidak boleh terbalik yaitu timing marks harus pada sisi yang sama dengan panel operator. Proses dapat dihentikan dengan menekan push button switches di sebelah kanan. Di bagian sheet guide terdapat garis batas maksimum tumpukan LJK dalam satu kali proses koreksi. Biasanya tumpukan form tidak lebih dari 200 lembar, karena OMR bisa macet jika tumpukan berlebih.

Lantas bagaimana OMR membaca tanda hitam pensil? Perangkat ini tidak memerlukan kepintaran semacam pengenalan karakter (character recognition) pada perangkat OCR (Optical Character Recognition). Pada OMR, sinar infra merah yang diarahkan pada LJK tidak akan direfleksikan jika mengenai pilihan jawaban yang dihitamkan dengan pensil. Perangkat lunaklah yang berperan untuk mencocokkan posisi jawaban dengan informasi pada LJK.

Informasi jawaban apa saja yang akan diproses perangkat lunak, didefinisikan pada file definisi form. File ini mendefinisikan posisi kolom atau baris jawaban relatif terhadap skunk marks dan timing marks, tipe jawaban seperti angka numerik atau abjad, serta cara baca form yaitu horisontal atau vertikal.

Beberapa perangkat OMR yang beredar di pasaran sekarang telah meningkat kemampuannya. Sebagai contoh OMR 100M tipe visible red (sinar merah yang tampak dengan mata) dapat membaca isian berupa lubang-lubang pada kertas (punched) dan tinta ballpoint warna hitam atau biru dengan kecepatan 25-35 lembar/menit. OMR yang menggunakan port serial RS232 atau port USB sebagai port komunikasi dengan komputer ini dibandrol sekira Rp 30 juta-an di pasaran. Jenis lain dengan kemampuan lebih besar (lebih cepat) berharga tak kurang dari Rp 50 juta.

Lumayan mahal, namun karena sangat membantu, boleh dikata dana tak terlalu jadi masalah. Coba bayangkan untuk mengoreksi seluruh jawaban peserta SPMB yang berjumlah sekira 70.000 lembar jika dilakukan secara manual. Tentunya sangat besar potensi konflik akibat kesalahan manusia.

Penggunaan OMR tak hanya sebatas pada pengoreksi ujian tapi juga banyak hal seperti kuesioner, lotere, survei, jajak pendapat sampai dengan aplikasi medis seperti hasil pemeriksaan laboratorium.

Silahkan download Dokumen dokumen Administrasi Guru di bawah ini :


    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Download File Scaner Otomatis Dalam Pemeriksaan Ujian Siswa "

    Post a Comment